"PENYESALAN TIADA ARTI"
Beberapa waktu yang lalu banyak siswa yang mengeluh terhadap hasil ujiannya ketika mereka tahu kalau dirinya tidak lulus, hal itu tidak lain disebabkan perbuatannya sendiri. Sebut saja Rifki ia mengeluhkan setelah dinyatakan tidak lulus oleh pihak sekolah, "seandainya tahu akan seperti ini pasti aku akan belajar yang lebih rajin lagi." Adalagi diantara para siswa yang histeris menerima kenyataan bahwa ia tidak lulus, bahwan ada yang pingsan menerima kenyataan itu. Begitu juga dengan orang yang tidak lulus seleksi ujian masuk PNS.
Itulah ujian dunia yang masih dapat kita sesali dan keluhkan untuk kita perbaiki kelak dikemudian dari. Maka kepada orang-orang yang mengetahui penyesalah orang lain dikala mengalami kegagalan pasti tidak akan mencontohnya, orang yang menginginkan kesuksesan tetapi tidak menempuh jalannya tak ubahnya kapal berjalan diatas daratan, mungkinkan??!!
Kita sadarkan diri kita bahwa dijadikannya dunia yang hina dipenuhi dengan hal-hal menyenangkan adalah sebagai ujian bagi orang-orang yang beriman, jika sadar akan hal itu niscaya keindahan, kesenangan, kenyamanan, dan kenikmatan yang semu. Barang siapa yang lulus dalam ujian Allah niscaya ia akan mendapatkan hasil yang gilang gemilang (Jannah), tetapi barang siapa yang gagal dalam ujian niscaya ia akan mendapatkan apa yang telah diusahakan (Neraka) dan ia akan menyesalinya akibat perbuatannya itu.
Dan mereka berteriak didalam neraka itu, "Ya Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal shalih berlainan dengan apa yang telah kami kerjakan." (Faathir:37). Itulah penyesalan di akhirat yang sudah tidak berguna lagi, penyesalan tinggallah penyesalan dan harapan tinggallah harapan yang tidak akan memberi manfaat bagi pelakunya. "Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat); sesungguhnya kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal disebabkan apa yang telah kamu kerjakan." (As-Sajadah"12) hal itu tidak lain akibat ulah tangan-tangan mereka sendiri, alam dunia adalah alam untuk berbuat dan beramal sedangkan alam akhirat adalah tempat untuk menuai hasil apa yang telah dikerjakan didunia.
Maka beruntunglah orang yang mau mengambil pelajaran, orang yang mau berbuat untuk masayang akan datang, benarlah apa yang disabdakan Rasulullah bahwa orang yang pandai adalah orang yang dapat menguasai dirinya dan beramal untuk bekal setelah mati sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah untuk mendapatkan ampunan-Nya.
Maka tidak ada hal lain yang kita persiapkan untuk menghadapi kehidupan akhirat kecuali amal shalih, "telah aku siapkan bagi hambaku yang shalih apa yang tidak terlihat oleh mana, apa yang tidak terdengar oleh telinga, dan apa yang tidak pernah terdetik dalam hati (yaitu Al-Jannah)." (hadits qudsi riwayat Al Bukhori)



No comments:
Post a Comment